Pendekatan Permintaan Pariwisata

July 30, 2013
Menurut Yoeti (2008:116-118) pariwisata erat kaitannya dengan ilmu sosiologi maupun psikologi, karena perjalanan wisata merupakan kegiatan manusia yang memiliki kebutuhan (needs), keinginan (wants), harapan (expectations) yang bermacam-macam dan berbeda-beda. Ketika mengadakan perjalanan wisata adanya faktor uang yang dapat digunakan secara bebas (disposable income) dan tersedianya waktu senggang (leisure time) pada saat kondisi masih sehat serta adanya kemauann untuk melakukan perjalanan.

Untuk mengetahui permintaan pariwisata perlu dilakukan dua kegiatan riset, yaitu:
1. Menggunakan Sociology Oriented
Hal ini berkaitan dengan tourist demand seperti sifat dan struktur para wisatawan yang menjadi konsumen selama melakukan perjalanan wisata. Perin diadakan penelitian khusus dinegara asal wisatawan (tourist generating country) untuk mendapatkan data apakah seseorang itu bepergian untuk bisnis (business) atau untuk bersenang-senang (pleasure) selain itu perlu juga diketahui umur rata-rata wisatwan, jenis kelamin, profesi, latar belakang pendidikan, dan lain-lain.

2. Metode yang berkaitan dengan Tourist Demand
Metode ini menghendaki suatu penelitian akan kompleks karena termasuk masalah yang berkaitan dengan batin manusia, emosi, suka dan tidak suka, termasuk pula pro dan kontra tentang suatu tindakan manusia itu sendiri.

Motivasi selalu berubah-ubah dalam melakukan perjalanan wisatawan maka perlu dicari tahu beberapa hal sebagai berikut:
a. Bagaimana orang-orang menggunakan atau menghabiskan waktu liburnya, rekreasi yang dilakukan, perjalanan wisata yang diinginkan, dihubungkan dengan kehidupannya sehari-hari.
b. Apa yang diharapkan mereka dan perjalanan wisata yang dilakukan atau apa keuntungan bila melakukan perjalanan wisata pada suatu daerah tujuan wisata.
c. Apa yang telah diketahui mengenai daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi, fasilitas yang tersedia, daya tarik wisata, harga paket wisata dan lama perjalanan wisata dilakukan.
d. Kriteria apa yang dapat digunakan dalam memilih banyak alternatif tentang daerah tujuan wisata, kendaraan yang digunakan, hotel tempat menginap, objek dan atraksi yang akan dilihat dan peraturan-peraturan pemerintah yang menghambat atau memudahkan seperti kemungkinan perjalanan tanpa passport atau visa kunjungan.  



--- --- ---
Sumber:

Skripsi Arifta Budi, Analisis Permintaan Obyek Wisata Masjid Agung Semarang  (Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2013)

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon