Ukuran Ketimpangan Pembangunan (Formulasi Indeks Williamson dan Indeks Theil)

November 12, 2013
Formulasi Indeks Williamson
Menurut Sjafrizal (2012) Salah satu model yang cukup representatif untuk mengukur tingkat ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah indeks williamson yang dikemukakan oleh Williamson (1965). Williamson mengemukakan model Vw (indeks tertimbang atau weighted index terhadap jumlah penduduk) dan Vuw (tidak tertimbang atau un-weighted index) untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan per kapita suatu negara pada waktu tertentu. Walaupun indeks ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu antara lain sensitive terhadap definisi wilayah yang digunakan dalam perhitungan, namun demikian indeks ini lazim digunakan dalam mengukur ketimpangan pembangunan antar wilayah (Sjafrizal, 2012). Formulasi Indeks Williamson yang digunakan menurut Sjafrizal (2012) yaitu:
Formulasi Indeks Williamson (Ketimpangan Pembangunan)
Formulasi Indeks Williamson (Ketimpangan Pembangunan)


















Pengertian indeks Williamson adalah sebagai berikut:
Bila mendekati 1 berarti sangat timpang dan bila mendekati nol berarti sangat merata.

Formulasi Indeks Theil
Indeks lainnya yang lazim digunakan dalam mengukur ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah Theil Index sebagaimana digunakan oleh Akita dan Alisyahbaha (2002) dalam studinya yang dilakukan di Indonesia (Sjafrizal, 2012). Data yang digunakan dalam indeks Theil ini sama halnya dengan data yang digunakan dalam indeks Williamson. Demikian pula halnya dengan penafsirannya yang juga sama yaitu bila indeks mendekati 1 artinya sangat timpang dan sebaliknya bila indeks mendekati 0 berarti sangat merata. Formulasi Theil index (Td) adalah sebagai berikut (Sjafrizal, 2012):
Formulasi Indeks Theil Indes (Ketimpangan Pembangunan)
Formulasi Indeks Theil Indes (Ketimpangan Pembangunan)










Menurut Sjafrizal (2012), penggunaan Theil Index sebagai ukuran ketimpangan ekonomi antarwilayah mempunyai kelebihan tertentu, yaitu: 

  • Pertama, indeks ini dapat menghitung ketimpangan dalam daerah dan antardaerah secara sekaligus, sehingga cakupan analisis menjadi lebih luas. 
  • Kedua, dengan menggunakan indeks ini dapat pula dihitung kontribusi masing-masing daerah terhadap ketimpangan pembangunan wilayah secara keseluruhan sehingga dapat memberikan kebijakan yang cukup penting.


Baca: Jenis-Jenis Indikator Kesenjangan Lainnya.


Daftar Pustaka:
Sjafrizal. 2012. Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Related Posts

4 comments

  1. Thanks postingannya... membantu banget buat ngerjain tugas dari dosen..

    ReplyDelete
  2. Akan lebih bagus jika ditambahkan dengan contoh penghitungan dari masing-masing indexnya

    ReplyDelete
  3. Jadi tingkat signifikansi atau yang dapat diterima di Theil brp ya

    ReplyDelete
  4. bingung cara ngitungnya pak, bisa ditambahin ga caranya?

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon