Jenis-jenis Pariwisata

December 30, 2013
Walaupun banyak jenis wisata ditentukan menurut motif tujuan perjalanan, menurut James J. Spillane (1987 : 28-31) dapat juga dibedakan adanya beberapa jenis pariwisata khusus sebagai berikut :
a. Pariwisata Untuk Menikmati Perjalanan (Pleasure Tourism)
Pariwisata untuk menikmati perjalanan dilakukan untuk berlibur, mencari udara segar, memenuhi keingintahuan, mengendorkan ketegangan saraf, melihat sesuatu yang baru, menikmati keindahan alam, dan mendapatkan kedamaian.
b. Pariwisata Untuk Rekreasi (Recreation Tourism)
Pariwisata untuk rekreasi dilakukan sebagai pemanfaatan hari-hari libur untuk beristirahat, memulihkan kesegaran jasmani dan rohani dan menyegarkan keletihan.

c. Pariwisata Untuk Kebudayaan (Cultural Tourism)
Pariwisata untuk kebudayaan ditandai serangkaian motivasi seperti keinginan belajar di pusat riset, mempelajari adat-istiadat, mengunjungi monumen bersejarah dan peninggalan purbakala dan ikut festival seni musik.
d. Pariwisata Untuk Olah Raga (Sports Tourism)
Pariwisata untuk olahraga dibagi menjadi dua kategori, yakni pariwisata olahraga besar seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games serta buat mereka yang ingin berlatih atau mempraktikkan sendiri, seperti mendaki gunung, panjat tebing, berkuda, berburu, rafting, dan memancing.
e. Pariwisata Untuk Urusan Usaha Dagang (Business Tourism)
Pariwisata untuk urusan usaha dagang umumnya dilakukan para pengusaha atau industrialis antara lain mencakup kunjungan ke pameran dan instalasi teknis.
f. Pariwisata Untuk Berkonvensi (Convention Tourism)
Pariwisata untuk berkonvensi berhubungan dengan konferensi, simposium, sidang dan seminar internasional.

Jenis-jenis pariwisata ditinjau dari obyek yang dikunjungi, diantaranya adalah:
  1. Wisata Alam, yaitu kegiatan mengunjungi suatu obyek wisata yang berupa keindahan alam antara lain pegunungan, pantai, lembah, dsb.
  2. Wisata Budaya, di definisikan sebagai perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka (karakteristik suatu komunitas).
  3. Wisata Agama, adalah dimana seseorang atau sekelompok orang yang bepergian ke suatu daerah dengan memiliki tujuan untuk mengunjungi tempat-tempat religious yang sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing seperti tempat ibadah, ziarah ke makam ataupun ke tempat-tempat keramat.
  4. Wisata Ziarah, bisa dikatakan sebagai salah satu bagian dari wisata religi, bahkan pengertian wisata ziarah hamper sama dengan pengertian wisata religi, yaitu menitikberatkan pada keagamaan dan mengunjungi tetmpat-tempat keagamaan, perjalanan secara fisik ini mencerminkan perjalanan spiritual.
  5. Wisata Belanja, kegiatan mengunjungi tempat atau pusat-pusat penjualan barang/produk.
  6. Wisata Satwa, biasanya menunjukkan hewan dalam habitat alamiah mereka.
  7. Wisata Sejarah, umumnya berupa kunjungan ke tempat-tempat yang dianggap bersejarah.
  8. Wisata Arkeologi, berkenaan dengan situs-situs arkeologi, museum, candi dan tempat yang memiliki peninggalan arkeologi.


Sumber:
Hasworo, (2012). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Batik Kota Pekalongan. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon