Penawaran Pariwisata

December 30, 2013
Menurut Oka A. Yoeti (2008: 155) dalam ilmu ekonomi, penawaran (supply) diartikan sejumlah barang, produk, atau komoditi yang tersedia dalam pasar yang siap untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkannya. Penawaran juga dapat diartikan sebagai sejumlah barang (goods), jasa (service) atau komoditi yang tersedia di pasar dengan harga tertentu pada suatu waktu tertentu.

Menurut Spillane (1987), aspek-aspek penawaran pariwisata terdiri dari :
1. Proses Produksi Industri Pariwisata
Kemajuan pengembangan pariwisata sebagai industri, sebenarnya ditunjang oleh bermacam-macam usaha yang perlu dikelola secara terpadu dan baik, di antaranya adalah :
a. Promosi untuk memperkenalkan objek wisata.
b. Transportasi yang lancar.
c. Kemudahan keimigrasian atau birokrasi.
d. Akomodasi yang menjamin penginapan yang nyaman.
e. Pemandu wisata yang cakap.
f. Penawaran barang dan jasa dengan mutu terjamin dan tarif harga yang wajar.
g. Pengisian waktu dengan atraksi-atraksi yang menarik.
h. Kondisi kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup.

2. Pentingnya Tenaga Kerja dan Penyediaannya
Perkembangan pariwisata berpengaruh positif pada perluasan kesempatan kerja. Berkembangnya suatu daerah pariwisata tidak hanya membuka lapangan kerj bagi penduduk setempat, tetapi juga menarik pendatang-pendatang baru dari luar daerah, justru karena tersedianya lapangan kerja tadi.

3. Pentingnya Infrastruktur / Prasarana
Motivasi yang mendorong orang untuk mengadakan perjalanan akan menimbulkan permintaan-permintaan yang sama mengenai prasarana, sarana-sarana perjalanan dan perhubungan, sarana-sarana akomodasi dan jasa-jasa, serta persediaan-persediaan lain. Industri pariwisata memerlukan prasarana ekonomi, seperti jalan raya, jembatan, terminal, pelabuhan, lapangan udara. Di samping itu dibutuhkan pula prasarana bersifat public utilities, seperti pembangkit tenaga listrik, proyek penjernihan air bersih, fasilitas olahraga dan rekreasi, pos dan telekomunikasi, bank, money changer, perusahaan asuransi, periklanan, percetakan, dan banyak sector perekonomian lainnya.

4. Pentingnya Kredit
Faktor-faktor penentu dari pertumbuhan pariwisata adalah berbagai fasilitas (PMA, PMDN, Kredit Bank, dan lain-lain) yang diberikan oleh pemerintah.

Menurut Salah Wahab dalam Oka A. Yoeti (2008) komponen penawaran (supply) dalam industri pariwisata dapat yang bersumber dari alam (natural) atau buatan atau kreasi manusia (man-made), yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Natural Amenities
Yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya adalah:
a. Climate
Seperti udara yang bersih (clear air), sinar matahari yang cerah (sunny), udara yang segar (mild), atau dingin (cold).
b. Land Configuration and Landscape
Seperti pemandangan (landscape & mountain scenic), rivers, lakes, beaches, panoramic views, waterfalls, volcanic zone, grotto, dan lain-lain.
c. Flora and Fauna
Termasuk dalam ini adalah tumbuh-tumbuhan dan binatang yang aneh, unik dan langka serta beragam yang memungkinkan orang-orang penelitian, membuat foto, mengoleksi (uncommon vegetations, birds of various types and colours, fishing possibilities, hunting and photographic safari, wild life, national parks, and natural reserves of wild animals, dan lain-lain)
d. Health Centres
Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah: sumber air panas atau air mineral, kolam lumpur yang berkhasiat untuk mandi dan sebagainya. (Natural springs of mineral water, mud bath, hot springs of a curative nature, dan lain-lain.)

2. Man-made Supply
Ada lima kategori utama yang termasuk kelompok ini, yaitu:
a. Historical, Cultural, and Religious, terdiri dari:
a.1. Historical Monument and Remnants of Past Civilizations
Yaitu monumen-monumen dan peninggalan-peninggalan bersejarah dari peradaban masa lalu seperti: Pyramid, Candi Borobudur, The Great Wall, atau Machu Pichu.
a.2. Cultural Places
Termasuk dalam kelompok ini adalah museum, gedung kesenian, padepokan pencak silat, industri kerajinan, cinderamata, dan handicfrat.
a.3. Traditional Events
Termasuk dalam seperti ini Sekaten, Ngaben, Muludan, Pesta Panen, Sareun Tahun, Asah Gigi, Batagak Penghulu di Minangkabau.
a.4. Religions Edifices
Termasuk disini adalah bangunan-bangunan atau rumah beribadah seperti masjid, gereja, klenteng, vihara, atau pura.

b. Infrastrucutures
Salah Wahab membagi infrastructures dalam tiga kelompok, masing-masing adalah:
b.1 General Infrastructure
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sistem penyediaan air bersih (fresh water supply system), tenaga listrik (electricity), jalan jemabatan (road network), telekomunikasi (telecommunications), dan sebangsanya.
b.2 Basic Needs of Civilized Life
Termasuk di sini keperluan manusia modern pada umumnya seperti tersedianya: Kantor Pos, Rumah Sakit, Bank, Apotek, Pusat Perbelanjaan, Pompa Bensin, Bengkel Mobil, Wartel/ Warnet, Salon Kecantikan, Toko Kacamata, Toko Buku dan Kios Koran, dan sebagainya.
b.3. Tourist Infrastructure
Tidak lain adalah semua bentuk fasilitas, pelayanan, dan kemudahan kepada wisatawan bila berkunjung pada suatu DTW tertentu, termasuk diantaranya adalah:

- Residential Tourist Plants
Seperti Hotels, Motels, Pensions, Furnished Flats, Furnished Rooms with private individuals, Sosial Tourism Establishments (Holiday Villages, Camping Areas, Caravan Sites, Youth Hostels); Catering Establishment (Restaurants, Tavern, Self Service, Grill Rooms, dll).

- Receptive Tourist Plants
Termasuk dalam kelompok ini adalah yang disebut dengan istilah:
For Organization of Travel, seperti Travel Agent, tour operator, Rent A Car, Excurtion and Sightseeing Agent, dll. For Information and Propaganda, seperti: Tourist Information Service, Local and Peripheral Tourist Organization, Special Events Celebration Committees.

- Receptive and Sportive Plants
Termasuk dalam kelompok ini adalah Sporting Facilities and Equipments, dan lain-lain.


c. Means of Access and Transport Facilities
Termasuk dalam kelompok ini adalah bandara, pelabuhan, jalan raya, jalan tol, dan jalan kereta api, kapal, maskapai penerbangan, angkutan di daerah pergunungan.

d. Superstructure
Berbeda dengan prasarana yang biasa kita kenal, khususnya di negara-negara maju, yang dimaksud dengan superstructure adalah semua perusahaan yang sesungguhnya tidak begitu penting bagi merekayang bukan wisatawan, akan tetapi sangat berarti bagi wisatawan yang berkunjung pada suat DTW tertentu, misalnya:
recreational and entertainment, theatre, movies, casino, night club, bar, pub, and discotheque.

e. People’s Way of Life
Tata cara hidup masyarakat pada DTW yang dikunjungi merupakan daya tarik bagi wisatawan. Menyaksikan kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat yang berbeda dari apa yang ada di negara asal wisatawan, seperti keramah tamahan, gotong royong, merupakan aset pariwisata yang perlu dipelihara.



Sumber:
Hasworo, (2012). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Batik Kota Pekalongan. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon