Jenis dan Penyebab Mobilitas Penduduk

September 16, 2015
Jenis-Jenis Mobilitas Penduduk
Menurut Mantra (2003) mobilitas penduduk dapat dibedakan antara mobilitas penduduk vertikal dan mobilitas penduduk horizontal.

  1. Mobilitas penduduk vertikal sering disebut dengan perubahan status, dan salah satu contohnya adalah perubahan status pekerjaan. 
  2. Mobilitas penduduk horizontal, atau sering pula disebut mobilitas penduduk geografis, adalah gerak (movement) penduduk yang melintas batas wilayah menuju ke wilayah yang lain dalam periode waktu tertentu. Batas wilayah umumnya digunakan batas administratif, misalnya: propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, pedukuhan (dusun).


Kalau dilihat dari ada tidaknya niatan untuk menetap di daerah tujuan, mobilitas penduduk dapat pula dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas penduduk permanen atau migrasi dan mobilitas penduduk nonpermanen.



Jadi, migrasi adalah gerak penduduk yang melintas batas wilayah asal menuju ke wilayah lain dengan ada niatan menetap di daerah tujuan. Sebaliknya, mobilitas penduduk nonpermanen ialah gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tidak ada niatan menetap di daerah tujuan. Sayangnya, banyak para migran tidak dapat memberikan ketegasan apakah mereka ada niatan menetap di daerah tujuan atau tidak pada saat melakukan mobilitas yang pertama kali. Sering niatan tersebut berubah setelah pelaku mobilitas tinggal di daerah tujuan dalam jangka waktu relatif lama.

Belum ada kesepakatan di antara para ahli dalam menentukan batas wilayah dan waktu. Menurut definisi yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik dalam (BPS), seseorang disebut migran apabila orang tersebut bergerak melintasi batas propinsi menuju propinsi lain, dan lamanya tinggal di propinsi tujuan adalah enam bulan atau lebih. Atau dapat pula, seseorang dapat disebut migran walau berada di propinsi tujuan kurang dari enam bulan, tetapi orang tersebut berniat tinggal menetap atau tinggal enam bulan atau lebih di propinsi tujuan. Apabila wilayah penelitian itu di desa, tidak mungkin menggunakan batas propinsi sebagai batas wilayah dan meninggalkan daerah asal enam bulan atau lebih sebagai batas waktu. Jadi, ada baiknya tidak ada batasan baku untuk batas wilayah dan waktu untuk penelitian mobilitas penduduk.


Faktor Penyebab Migrasi 
Ada beberapa teori yang mengatakan mengapa seseorang mengambil keputusan melakukan mobilitas, diantaranya adalah teori kebutuhan dan stres (need and stress). Setiap individu mempunyai kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kebutuhan tersebut dapat berupa kebutuhan ekonomi, sosial, politik, dan psikologi. Apabila kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi , terjadilah tekanan (stres).
Menurut Rozy Munir (2004) pada dasarnya ada dua pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.

Faktor-faktor pendorong antara lain: (1) makin berkurangnya sumber-sumber alam; (2) menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal akibat masuknya teknologi yang menggunakan mesin-mesin (capital intensive); (3) adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi politik, agama, suku di daerah asal; (4) tidak cocok lagi dengan adat/budaya/kepercayaan di tempat asal; (5) alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak bisa mengenbangkan karir pribadi; (6) bencana alam.

Faktor-faktor penarik antara lain: (1) adanya rasa superior di tempat yang baru atau kesempatan memasuki lapangan pekerjaan yang cocok; (2) kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik; (3) kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik; (4) keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan; (4) tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat berlindung; (5) adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang dari desa atau kota kecil.



Sumber:
Suryanto, (2012). Valuasi Ekonomi Dampak Perpindahan Kampus Undip Pleburan Di Kec. Tembalang Dan Strategi Pengembangan Wilayah Kec Tembalang. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012+

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon