Proses Pembentukan Keterlibatan Kerja Menurut Rabinowitz & Hall (1977)

August 01, 2019
Terdapat semacam kontrak psikologis yang bersifat timbal balik antara karyawan dengan organisasi tempat ia bekerja. Kontrak tersebut yaitu adanya harapan karyawan bahwa organisasi akan menciptakan suasana kerja kondusif yang memungkinkan individu tersebut dapat mencapai prestasi, kesempatan dan pemenuhan kebutuhan. Di lain pihak, organisasi juga menginginkan karyawannya untuk bekerja sebaik mungkin agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Dibawah ini adalah bagan proses pembentukan keterlibatan kerja oleh Rabinowitz & Hall (1977:269):
Proses Pembentukan Keterlibatan Kerja Menurut Rabinowitz & Hall (1977)


Lawler dan Hall (1970) mengungkapkan bahwa pekerja akan mengalami peningkatan keterlibatan kerja jika mereka mendapatkan tugas-tugas yang bersifat menantang, adanya identitas tugas, masukan tentang hasil kerjanya, kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya serta adanya kebebasan.

Ada kondisi-kondisi yang dapat memperkuat tingkat keterlibatan kerja (Rabinowitz & Hall, 1997 : 268), yaitu :

  1. Perasaan individu bahwa ia mempunyai sumbagan yang penting bagi keberhasilan perusahaannya. Jika ia merasa bahwa sumbangannya berharga maka ia akan merasa lebih terlibat dalam pekerjaannya.
  2. Adanya kesempatan terhadap proses pengambilan keputusan, akan membuat individu semakin merasa terlibat.
  3. Self-determination, adanya kebebasan untuk menentukan diri sendiri terutama yang berkaitan dengan pekerjaan, akan membuat individu semakin terlibat dengan pekerjaannya.
  4. Kebebasan untuk membangun langkah sendiri akan membuat individu semakin bertanggung jawab dan terlibat atas pekerjaannya.
  5. Semakin individu merasa sukses, semakin ia merasa terlibat dengan pekerjaannya.
  6. Individu yang telah melakukan prestasi akan terus mempertahankannya dengan cara semakin terlibat dengan pekerjaannya.

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon