Keunggulan dan Kelemahan Metode EVA

April 21, 2020

Pengertian Metode Economic Value Added (EVA)

Eva atau Nilai Tambah Ekonomi (NITAMI), diartikan sebagai suatu konsep yang dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam pengukuran laba operasi perusahaan harus dengan adil memperhatikan harapan-harapan setiap penyedia dana (kreditur dan pemegang saham). Derajat keadilannya dinyatakan dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada (Widayanto, 1997: 30).

EVA didefinisikan sebagai laba operasi setelah pajak dikurangi dengan biaya modal (cost of capital) dari seluruh modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut (Mike Rausana, 1997: 21). EVA dapat pula didefinisikan sebagai keuntungan operasional setelah pajak dikurangi dengan biaya modal atau dengan kata lain EVA merupakan pengukuran pendapatan sisa (residual income) yang mengurangkan biaya modal terhadap laba operasi (Mirza, 1997: 17).
Metode Economic Value Added (EVA)


Menurut Hidayat (2004: 92), EVA adalah laba yang tertinggal setelah dikurangi dengan biaya modal (cost of capital) yang diinvestasikan untuk menghasilkan laba tersebut atau merupakan tolok ukur kinerja keuangan yang berbasis nilai pemegang saham (share holder value) yang diciptakan (created) atau dirusak (destroyed) pada suatu periode tertentu, umumnya satu tahun.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Economic Value Added adalah keuntungan operasi setelah pajak dikurangi biaya modal yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil harapan-harapan penyandang dana. Economic Value Addedi merupakan perangkat finansial untuk mengukur keuntungan nyata perusahaan. Hal ini yang membuat perhitungan EVA lain dengan perhitungan konvensional lainnya, karena perhitungan biaya modal.

Pada dasarnya EVA ditentukan oleh dua hal yaitu: keuntungan bersih operasional setelah pajak dan tingkat biaya modal laba bersih operasi setelah pajak menggambarkan hasil penciptaan nilai di dalam perusahaan. Sedangkan biaya modal dapat diartikan sebagai pengorbanan yang dikeluarkan dalam pencapaian nilai tersebut.

Perhitungan EVA yang diharapkan dapat mendukung penyajian laporan keuangan sehingga akan mempermudah para pemakai laporan keuangan diantaranya para investor rumah, karyawan, kreditur, pemerintah, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

Dalam standard akuntansi keuangan (2002: 4) diterangkan tentang tujuan dari laporan keuangan yaitu: menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Konsep EVA sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai penilai kinerja keuangan perusahaan. Menurut Sidartha (1997: 10) EVA dapat bermanfaat untuk memaksimalkan nilai perusahaan serta meningkatkan nilai pemegang saham. Sedangkan menurut Soetjipto (1997: 14) EVA membantu management puncak perusahaan untuk memfokuskan kegiatan usaha mereka, yaitu memperoleh EVA setinggi mungkin agar para pemegang saham mendapatkan penghasilan yang maximal.

Keunggulan Metode Economic Value Added (EVA)

Menurut Mirza (1997: 17), EVA mempunyai beberapa keunggulan yaitu:

  1. EVA memfokuskan penilaiannya pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban biaya modal sebagai konsekuensi investasi.
  2. Perhitungan EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data perbandingan seperti standard industri atau data perusahaan sebagai konsep penilaian dengan menggunakan analisis rasio.
  3. Konsep EVA adalah alat ukur karyawan perusahaan yang melihat segi ekonomis dalam pengukurannya.
  4. Konsep EVA dapat dipergunakan sebagai dasar penilaian pemberian bonus pada karyawan terutama pada divisi yang memberikan EVA lebih, pada perusahaan.
  5. Mengaplikasikan EVA yang mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut merupakan ukuran yang praktis mudah dihitung dan mudah digunakan.

Kelemahan Metode Economic Value Added (EVA)

Selain memiliki kelebihan EVA juga memiliki kelemahan (Mirza, 1997: 18), yaitu:

  1. EVA hanya mengukur hasil akhir (result) dan tidak mengukur aktivitas-aktivitas penentu, seperti loyalitas dan tingkat retensi konsumen.
  2. EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu.
  3. Konsep ini sangat tergantung pada transparansi internal dalam perhitungan EVA secara akurat.

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon