Penelitian Terdahulu Tentang Harga Saham

April 21, 2020
Sugeng Mulyono (2000), dalam penelitiannya mengenai Pengaruh Earning Per share (EPS) dan Tingkat Suku Bunga terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Aneka Industri yang Go Public di BEJ Tahun 1992-1997).

  • Dari nilai Adjusted sebesar 0,096 secara simultan bebas Earning Per Share (EPS) dan tingkat suku bunga bisa menjelaskan perubahan harga saham sebesar 9,6% sedangkan sisanya 90,4% dipengaruhui variabel lain yang tidak masuk model. Dengan demikian pengaruh Earning Per Share (EPS) dan tingkat suku bunga terhadap harga saham perusahaan Aneka Industri tidak begitu kuat.
  • Dari hasil uji t menunjukkan nilai 2,479 untuk EPS dan -2,830 untuk suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial EPS mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dengan > (2,479>2,326).
  • Dari hasil regresi, koefisien regresi EPS menunjukkan nilai yang positif (0,991) sedangkan suku bunga mempunyai hubungan yang negatif (-128,954).

Penelitian Terdahulu Tentang Harga Saham
Joko Santoso (2003), dalam penelitiannya mengenai Analisis Beberapa Variabel Fundamental yang Berpengaruh Terhadap Harga Saham (Studi kasus pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEJ).

  • Terdapat hubungan positif antara variabel Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA) dan Interest Rate Risk (IRR) dengan harga saham dan terdapat hubungan negatif variabel Earning Per Share (EPS), Credit Risk dan Capital Adequancy Ratio ( ) dengan harga saham.
  • Menurut uji F dan dari persamaan regresi BLUE bahwa variabel independent DER dan LDR dikeluarkan dari analisis regresi. Dari uji F menerima bahwa variabel fundamental yang terdiri dari EPS, PER, ROA, DER, LDR, IRR, Credit Risk, CAR secara bersama-sama mempengaruhui harga saham pada perusahaan perbankan yang listing di BEJ.
  • Secara individual variabel ROE, ROA, Capital Adequancy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Sadangkan variabel lainnya EPS, IRR, dan Credit Risk tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Dan variabel paling dominan berpengaruh terhadap harga saham adalah ROA.


Edi Subiyantoro (2003), dalam penelitiannya tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham (Kasus Perusahaan Jasa Perhotelan yang Terdaftar di Pasar Modal Indonesia).

  • Berdasarkan pendekatan constan growth of dividend discount model maka faktor-faktor yang diduga mempengaruhi harga saham mencakup return market sebagai variabel bebas sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham. Setelah melalui kaidah-kaidah analisis regresi maka faktor-faktor yang membentuk model penelitian adalah return on assets, return on equity, book value aquity per share, debt to equity ratio, return saham dan return market sebagai variabel bebasnya sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham.
  • Dengan nilai sig F sebesar 0,038 atau dengan kata lain memiliki nilai F < 0,05, bisa dikatakan bahwa model persamaan dalam penelitian itu cukup signifikan meskipun hubungan yang terjadi antar harga saham dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bersifat relatif lemah yang ditunjukan oleh besarnya koefisien determinasi = 0,434. hal ini menunjukan bahwa secara umum faktor-faktor tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk mengekspektasi variasi harga saham. Selanjutnya jika dikaji secara parsial yang berpengaruh signifikan terhadap variasi harga saham adalah book velue equity per share dan return on equity.


Reiza Fahrani (2004), dalam penelitiannya tentang Analisis Pengaruh Variabel Earning Per share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) terhadap Harga Saham (Studi pada perusahaan foot and baverage yang listing di BEJ Tahun 2000-2002).

  • Variabel bebas Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) secara bersama-sama (serentak) mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham, dengan adjusted sebesar 65,1%. Setelah dilakukan uji F, diperoleh hasil yang signifikan (dengan nilai signifikan 0,00).
  • Dari uji t yang dilakukan diperoleh variabel bebas yang berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat (harga) adalah PER dengan probabilitas 0,000 (dibawah 0,05), sedangkan variabel Earning Per Share (EPS) dan Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh secara parsial terhadap harga dalam penilaian saham.
  • Dari koefisien beta standar diperoleh angka yang terbesar terdapat pada variabel PER yaitu 0,805. jadi pengaruh variabel PER terhadap harga saham cukup besar.


Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon