Pengertian Analisis Rasio, Jenis Jenis, Kelebihan dan Keurangan

April 28, 2020
A. Pengertian Analisis Rasio
Rasio merupakan alat untuk menyediakan pandangan terhadap kondisi yang mendasari. Rasio merupakan salah satu titik awal bukan titik akhir. Rasio yang diinterprestasikan dengan tepat mengidentifikasikan area yang memerlukan investigasi lebih lanjut (Wild dan Halsey, 2005: 36).
Sedangkan menurut Jumingan (2006: 118) menjelaskan rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.”
Pengertian Analisis Rasio, Jenis Jenis, Kelebihan dan Keurangan

B. Jenis-Jenis Rasio
Pada dasarnya angka-angka rasio dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu (Jumingan, 2006: 120):
1) Berdasarkan sumber datanya, yaitu darimana data tersebut diperoleh/dibuat, maka rasio itu dapat dibedakan menjadi tiga antara lain:
  • Rasio-rasio neraca, yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya rasio lancar, rasio tunai, rasio modal sendiri dengan total aktiva, rasio tetap dengan utang jangka panjang, dan sebagainya.
  • Rasio-rasio laporan laba-rugi, yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan laba rugi, misanya rasio laba bruto dengan penjualan netto, rasio laba usaha dengan penjualan netto, opertaing ratio, dan sebagainya.
  • Rasio-rasio antarlaporan, yaitu rasio-rasio yang disusun dari data-data yang berasal dari neraca dan aporan labarugi, misalnya rasio penjualan netto dengan aktiva usaha, rasio harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata dan sebagainya.


2) Berdasarkan tujuan penganalisis dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Menurut Weston dan Brigham (1981: 38), rasio keuangan dapat digolongkan menjadi tga kategori:

  • Rasio likuiditas, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
  • Rasio leverage, bertujuan mengukur sejauhmana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana pinjaman.
  • Rasio aktivitas, bertujuan mengukur efektifitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
  • Rasio profitabilitas, bertujuan mengukur efektifitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjualan.
  • Rasio pertumbuhan, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan industri.



C. Kelebihan Rasio keuangan
Kelebihan rasio keuangan adalah dapat menentukan atau menghitung tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatau perusahaan (Munawir, 2005: 65), berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan kelebihan rasio keuanagan antara lain:

  1. Analisis rasio keuanagan dapat menganalisis kinerja suatu perusahaan baik dari segi likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi serta derajat keuntungan.
  2. Dapat diketahui tingkat likuiditas dan solvabilitas akan membantu analisis kredit dalam menentukan kemampuan perusahaan membayar hutangnya.


D. Kelemahan Rasio Keuangan
Menurut Weston dan Brigham (1981: 313) menjelaskan kelemahan rasio keuangan antara lain:

  1. Banyak perusahaan besar mengoperasikan beberapa divisi yang berbeda pada industri yang berlainan, dan dalam keadaan semacam ini sukar untuk mendapatkan rata-rata industri yang bisa digunakan sebagai bahan pembanding yang tepat.
  2. Pembandingan dengan data-data atau standar industri tidak menjamin bahwa prestasi perusahaan telah memuaskan dan beroperasi (dikelola) dengan baik.
  3. Pemilihan metode penilaian persediaan dapat memberikan dampak yang besar terhadap tingkat profitabilitas perusahaan dalam periode inflasi
  4. Faktor-faktor musiman juga menyebabkan ketimpangan pada analisis rasio
  5. Perusahaan dapat menggunakan teknik window dressing agar laporan keuangannya kelihatan lebih baik bagi analisis kredit.
  6. Adanya perbedaan sistem akutansi yang digunakan oleh suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang menyebabkan penyimpangan tersebut.
  7. Suatu perusahaan yang kuat atau lemah di dalam industrinya belum tentu perusahaan tersebut akan kuat atau lemah dalam industri yang lain.

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon