Tujuan Kinerja Keuangan Perusahaan

April 21, 2020
Suatu kinerja keuangan perusahaan diartikan sebagai prospek (masa depan), pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik. Menurut Kaplan dan Norton (1997: 126) kinerja keuangan dapat didefinisikan sebagai alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan perusahaan melalui struktur permodalannya, penilaian kinerja keuangan perusahaan harus diketahui outputnya maupun inputnya. Output adalah hasil dari suatu kinerja karyawan, sedangkan input adalah ketrampilan yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut.
Tujuan Kinerja Keuangan Perusahaan


Kinerja keuangan suatu perusahaan pada dasarnya merupakan analisis rasio keuangan yaitu: perhitungan ratio-ratio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa yang akan datang (Damodaran, 1997 dalam Hidayat, 2004: 89).


Weston dan Copeland (1996: 36), menerangkan bahwa kinerja keuangan adalah alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan suatu perusahaan melalui struktur permodalannya. Tolok ukur yang digunakan dalam kinerja keuangan tergantung pada posisi keuangan perusahaan didaur hidup bisnis.

Penilaian kinerja keuangan perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen, efisiensi dan provitabilitas dari kegiatan perusahaan serta menyangkut pada nilai dan keamanan dari berbagai tuntutan yang timbul terhadap perusahaan dari pihak ketiga.

Menurut Kaplan dan Norton (1997: 127), tujuan dari kinerja keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat tagih,
  2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas (provitabiltas) yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba selama periode tertentu.
  4. Untuk mengetahui stabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan membayar bebas bunga atas hutangnya termasuk kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan secara teratur kepada para pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon