Konsep Perencanaan Strategi

August 30, 2020
Menurut Kotler (2000, hal.101), perencanaan strategi dari setiap manajer unit bisnis memiliki proses yang terdiri dari delapan langkah, yaitu (Anthony, 2000 hal.1-2):


Konsep Perencanaan Strategi
Konsep Perencanaan Strategi

1. Misi Bisnis, yaitu penjelasan mengenai produk, pasar dan tegnologi yang menjadi sasaran seluruh perusahaan yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menggambarkan sistem nilai dan skala prioritas yang dianut oleh para pengambil keputusan stratejik dalam perusahaan.

2. Analisa lingkungan ekstern, yaitu menyangkut kekuatan lingkungan makro (demografis, ekonomis, teknologi, politik/hukum dan sosial budaya) dan pelaku lingkungan mikro yang utama (pelanggan, pesaing, saluran distribusi dan pemasok). Unit bisnis perlu memiliki sistem intelijen pemasaran untuk mengikuti kecenderungan dan perkembangan yang terjadi serta menentukan peluang dan ancaman yang timbul.




3. Analisis lingkungan internal, yaitu analisis tentang kekuatan dan kelemahan organisasi.

4. Formulasi tujuan, setelah menentukan misinya dan meneliti lingkungan eksternal dan internalnya unit bisnis dapat mengembangkan sasaran dan tujuan tertentu untuk periode perencanaan. Sasaran perusahaan harus konsisten, seperti: marjin laba tinggi dengan pangsa pasar tinggi, dan sebagainya.

5. Formulasi strategi, merupakan bagaimana cara mencapai tujuan yang ingin dicapai. Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan.

6. Formulasi program, yaitu langkah selanjutnya yang dilakukan manajemen sesudah merumuskan tujuan, dengan mengembangkan program pendukungnya sesuai dengan keunggulan yang dimiliki oleh organisasi.

7. Pelaksanaan (implementasi), ada empat elemen yang membuat berhasil dalam pelaksanaan yaitu, gaya (style), kemampuan (skills), nilai bersama dan staf. Gaya berarti semua karyawan berfikir dan bertindak dengan serupa seperti keramahan sikap dan professional. Skills berarti kemampuan yang cukup dalam menjalankan strategi perusahaan. Staf berarti perusahaan mempekerjakan karywan yang cakap, melatih mereka dengan baik dan menugaskan mereka pada tempat yang sesuai. Nilai bersama berarti semua karyawan memiliki nilai dan misi yang sama sehingga perusahan lebih berhasil dalam pelaksanaan.

8. Umpan balik dan pengendalian, selama perusahaan melaksanakan strateginya, perusahaan harus mengamati hasilnya dan memantau perkembangan baru dilingkungan. Perusahaan harus menilai dan merubah pelaksanaan, program, strategi, atau bahkan sasarannya seiring dengan perubahan yang terjadi.


Selanjutnya dijelaskan, tujuan tidak memiliki jangka waktu. Bagi beberapa perusahaan, mencapai tingkat ROI memuaskan merupakan tujuan yang penting. Bagi perusahaan lainnya, memperluas pangsa pasar merupakan hal yang sama pentingnya.

Kebutuhan untuk memformulasikan strategi biasanya timbul dalam merespons ancaman yang diterima (misalnya, serangan dari pesaing, pergeseran cita rasa konsumen, peraturan pemerintah yang baru atau ada kesempatan misalnya inovasi tegnologi, persepsi yang baru dari prilaku pelanggan atau pengembangan aplikasi baru dari produk yang sudah ada.

Menurut Porter (1980, bab II), yang diterjemahkan oleh Susanto (2000, hal 107) dalam bukunya menyatakan ada tiga jenis dasar strategis dalam mencapai tujuan bisnis, yaitu:

  1. Keunggulan biaya keseluruhan, bisnis berusaha mencapai biaya produksi dan distribusi rendah, sehingga harganya lebih rendah dari pesaingnya dan mendapatkan pangsa pasar lebih besar.
  2. Pembedaan (Differensiasi), bisnis berusaha mencapai kinerja terbaik dalam menfaat pelanggan yang diinginkan kebanyakan pelanggan dalam pasar. Perusahaan dapat menjadi yang terbaik dalam dalam pelayanan, mutu, gaya, tegnologi dan seterusnya. Namun sulit untuk menjadi semuanya. Perusahaan akan membina kekuatannya yang memberikan keunggulan kompetitif dalam keunggulan.
  3. Fokus. Bisnis memfokuskan diri pada pada salah satu segmen pasar sempit dan mengejar pasar umum.


Selanjutnya dijelaskan, perusahaan yang melakukan strategi yang sama pada pasar atau segmen yang sama membentuk kelompok strategis. Perusahaan yang melaksanakan strategi paling baik akan memperoleh laba paling besar. Sehingga perusahaan dengan strategi biaya rendah yang biayanya paling rendah diantara perusahaan yang strateginya serupa akan berhasil paling baik.


Sumber:
Anthony, R.N., dan Govindarajan, V. (2002). Sistem Pengendalian Manajemen. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kotler, P., Ang, S.W., Leong, S.M., dan Tan, C.T. (2002). Manajemen Pemasaran Perfektif Asia. PEARSON
Kotler, P. (2003).  Marketing Management. Prentice-Hall.
Kotler, P., dan Susanto. A.B. (2000). Manajemen Pemasaran Indonesia, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Salemba Empat, Jakarta.


Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon