Quotes Ilmu

August 25, 2020
Kata Bijak Tentang Ilmu Pengetahuan:

Wallpaper Kata Bijak Ali bin Abi Thalib  (Ikatlah ilmu dengan menulis.)
Download Wallpaper Kata Bijak Ali bin Abi Thalib

Cari dan Download Kata-Kata Bijak dan Kata Motivasi lainnya di ArsipIslam:
  1. Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki, dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu. (Ali bin Abi Thalib)
  2. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)
  3. Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila debelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)
  4. Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya, yaitu pencari ilmu dan pencari harta. (Ali bin Abi Thalib)
  5. Ikatlah ilmu dengan menulis. (Ali bin Abi Thalib)
  6. Orang yang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat, dan berjihad. Karena apabila orang berilmu mati, maka akan ada kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya, yaitu orang berilmu juga. (Umar bin Khattab)
  7. Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya. (Umar bin Khattab)
  8. Suatu pengetahuan (ilmu), kalaupun tidak bermanfaat untukmu, tidak akan membahayakanmu. (Umar bin Khattab)
  9. Raihlah ilmu. Dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar. (Umar bin Khattab)
  10. Aku tidak suka tetap di dunia ini kecuali karena tiga hal; Pertama, tempat di mana aku bisa meletakkan keningku di tanah untuk bersujud kepada Allah;Kedua, tempat orang-orang berilmu berkumpul, di mana aku bisa duduk bersama mereka untuk mengambil nasehat yang baik, sebagaimana dipetiknya buah yang ranum; dan Ketiga, berjihad di jalan Allah. (Umar bin Khattab)
  11. Pelajari ilmu syariat untuk menunaikan segala perintah Allah & juga ilmu akhirat yang dapat menjamin keselamatanmu di akhirat nanti. (Imam Al Ghazali)
  12. Janganlah anda menjadi muflis dari sudut amalan dan jangan jadikan dirimu itu kosong daripada perkara yang berfaedah. Yakinlah semata- mata dengan memiliki ilmu belum tentu lagi menjamin keselamatan di akhirat kelak. (Imam Al Ghazali)
  13. Menuntut ilmu adalah Taqwa, Menyampaikan ilmu adalah Ibadah, Mengulang-ulang ilmu adalah Zikir, Mencari ilmu adalah Jihad. (Imam Al Ghazali)
  14. Bersungguh - sungguhlah engkau dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan kerana jika tidak demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan. (Imam Al Ghazali)
  15. Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia. (Imam Al Ghazali)
  16. Pelajari ilmu syariat untuk menunaikan segala perintah Allah s.w.t dan juga ilmu akhirat yang dapat menjamin keselamatanmu di akhirat nanti. (Imam Al Ghazali)
  17. Yakinlah semata- mata dengan memiliki ilmu belum tentu lagi menjamin keselamatan di akhirat kelak. (Imam Al Ghazali)
  18. Ilmu itu kehidupan hati daripada kebutaan, sinar penglihatan daripada kezaliman dan tenaga badan daripada kelemahan. (Imam Al Ghazali)
  19. Orang-orang yang mempunyai hati mengetahui, Kebahagian takkan tercapai kecuali dengan 'Ilmu & Ibadah. (Imam Al Ghazali)
  20. Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam Al Ghazali)
  21. Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran.  (Abu Bakar Ash-Shiddiq)
  22. Semakin banyak ilmu yang kamu miliki, maka semakin besar pula ketakwaanmu terhadap Allah.  (Abu Bakar Ash-Shiddiq)
  23. Tanpa ilmu, amal itu tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia.  (Abu Bakar Ash-Shiddiq)
  24. Segala sesuatu itu akan binasa, dan binasanya ilmu adalah lupa pada ilmu itu sendiri. (Utsman bin Affan)
  25. Barang siapa yang ingin menjadi seorang pemimpin, niscaya kedudukan yang didambakanya itu akan meninggalkanya, dan jika ia telah menduduki jabatan, maka ia akan ditinggalkan banyak ilmu. (Imam Syafi'i)
  26. Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan. (Imam Syafi'i)
  27. Barangsiapa yang ingin menjadi seorang pemimpin, niscaya kedudukan yang didambakannya itu akan meninggalkannya, dan jika ia telah menduduki jabatan, maka ia akan ditinggalkan banyak ilmu. (Imam Syafi'i)
  28. Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala. (Imam Syafi'i)
  29. Cukuplah ilmu itu menjadi keutamaan bagi seseorang, ia bangga manakala disebut sebagai seorang yang berilmu. Ia juga disebut bodoh manakala meninggalkan bagian dari pengetahuanya, dan jika kata bodoh itu ditujukan kepadanya, tentu ia akan marah. (Imam Syafi'i)
  30. Ilmu itu adalah sesuatu yang bernilai positif, bukan yang menempel di kepala. (Imam Syafi'i)
  31. Barangsiapa menghendaki akhirat, maka hendaknya ia ikhlas dalam mencari ilmu. (Imam Syafi'i)
  32. Ilmu terbagi dua : ilmu kesehatan dan ilmu agama. Yang dimaksud dengan ilmu agama disini adalah ilmu fiqih, sementara ilmu kesehatan adalah ilmu kedokteran. (Imam Syafi'i)
  33. Ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan. (Imam Syafi'i)
  34. Cukuplah ilmu itu menjadi keutamaan bagi seseorang, ia bangga manakala disebut sebagai orang berilmu. Ia juga disebut bodoh manakala meninggalkan bagian dari pengetahuannya, dan jika kata bodoh itu ditujukan kepadanya, tentu ia akan marah. (Imam Syafi'i)
  35. Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri. (Buya Hamka)
  36. Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya. (Buya Hamka)
  37. Orang yang berakal pergi ke medan perang membawa senjata. Berbantah dan bertukar pikiran dengan cukup alasan. Berlawan dengan kekuatan. Karena dengan akallah tercapai hidup, dengan budi tenanglah hati, dengan pikiran tercapai maksud, dengan ilmu ditaklukkan dunia. (Buya Hamka)
  38. Semakin banyak ilmu, semakin lapang hidup. Semakin kurang ilmu, semakin sempit hidup. (Buya Hamka)